Wisata Yogjakarta Arsanti 4 Hari

DIY YOGJAKARTA

Wisata Yogjakarta Arsanti 4 Hari

Rp165000 per person

Arsanti yang artinya berhati gembira. Kami maksudkan agar perjalanan wisata anda di Yogjakarta bersama kami mencapai hati yang gembira dan berkesan. Kami ajak anda mengunjungi berbagai objek wisata menarik dan populer. Rasanya belum ke Yogjakarta jika tidak ke tempat wisata itu. Selama empat hari,kami berikan pelayanan terbaik untuk anda.

HARGA PAKET TOUR

Jumlah Orang

2-4 orang

5-9 orang

10-19 orang

20 - 29 orang

30 - 50 orang

Harga

Rp1.800.000

Rp1.710.000

Rp1.680.000

Rp1.650.000

Rp1.520.000

  • Departure
    Yogjakarta, stasiun/bandara atau lokasi tertentu
  • Departure Time
    Ditunggu kedatangannya pagi pukul 10.00
  • Return Time
    Sekitar pukul 18.00
  • Dress Code
    pakaian santai berwisata
  • Included
    2/3 Star Accommodation
    Airport Transfers
    Breakfast
    Entry Fees
    Meals
    Merapi Jeep Package
    Mineral water on tour
    Personal Guide
  • Not Included
    3/4 Star Accomodation
    5 Star Accommodation
    Barbeque
    Departure Taxes
    Fee Parking and Highway
    Flight ticket
    Health Protocol
    Homestay
    Jeep Bromo
    Personal meals
    Sepeda Santai
    Snorkeling Package
    Tour Transport
    welcome drink
1
Hari I: Penjemputan – Lava Bantal - Candi Prambanan - Taman Tebing Breksi - Candi Ijo (lunch, dinner)
  • Peserta tiba di Yogjakarta pagi hari, kemudian bertemu dengan tim Lidi Biru 67
  • Tour hari pertama ini diawali dengan menuju Lava Bantal.
  • Dilanjutkan ke lokasi wisata Candi Prambanan.
  • Makan siang di local resto.
  • Setelah itu, bergerak ke Taman Tebing Breksi.
  • Kemudian, lanjut menuju Candi Ijo tengah sore.
  • Makan malam di local resto.
  • Menuju hotel. Istirahat.
2
Hari II: Kalibiru - Candi Borobudur - Vulcano Tour - Taman Lampion (breakfast, lunch, dinner)
  • Bangun pagi, peserta dapat sarapan di hotel.
  • Bersiap untuk berangkat ke Kalibiru .
  • Setelah puas, langsung dilanjutkan ke Candi Borobudur.
  • Makan siang di lokasi wisata atau local resto
  • Setelah perut berisi, kita akan offroad di merapi dengan Vulcano Tour menggunakan jeep.
  • Langsung berwisata ke Pantai Glagah.
  • Mampir makan malam di local resto.
  • Dilanjutkan wisata malam ke Taman Lampion.
  • Kembali ke hotel. Istirahat.
3
Hari III: Embung Nglanggeran - Cave Tubing Kalisuci - Pantai Gunung Kidul - Bukit Bintang (breakfast, lunch, dinner)
  • Bangun pagi, peserta dapat sarapan di hotel.
  • Bersiap untuk wisata ke Embung Nglanggeran.
  • Dilanjutkan wisata air, yakni Cave Tubing Kalisuci.
  • Makan siang di local area.
  • Dilanjutkan menuju Pantai Gunung Kidul.
  • Sebelum kembali ke hotel, mampir ke Bukit Bintang untuk makan malam.
  • Kembali ke hotel, istirahat.
4
Hari IV: Keraton - Taman Sari - De Mata - Malioboro (breakfast, lunch)
  • Bangun pagi, peserta dapat sarapan di hotel.
  • Check out hotel.
  • Bersiap untuk berangkat ke Keraton.
  • Dilanjutkan ke Taman Sari
  • Makan siang di local resto.
  • Jika masih ada waktu, kita ke De Mata.
  • Sebelum pulang, kamu bisa belanja di Malioboro dan oleh-oleh di tempat-tempat wisata belanja lainnya.
  • Tour selesai.

TOUR LOCATION

Yogjakarta

Tentang Objek Wisata

Kota Yogyakarta (bahasa Jawa: ꦏꦸꦛ​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ, translit. Kutha Ngayogyakarta) adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kota Yogyakarta adalah kediaman bagi Sultan Hamengkubuwana dan Adipati Paku Alam. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dan kota terbesar keempat di wilayah Pulau Jawa bagian selatan menurut jumlah penduduk. Kota Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota RI pada tahun 1946.   Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara kurun tahun 1575–1640. Keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Keraton Ngayogyakarta dan Puro Paku Alaman, yang merupakan pecahan dari Kesultanan Mataram. Pada masa revolusi, Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota Indonesia antara tahun 1946 hingga 1950.   Nama Yogyakarta terambil dari dua kata, yaitu Ayogya atau Ayodhya yang berarti "kedamaian" (atau tanpa perang, a "tidak", yogya merujuk pada yodya atau yudha, yang berarti "perang"), dan Karta yang berarti "baik". Ayodhya merupakan kota yang bersejarah di India di mana wiracarita Ramayana terjadi. Tapak keraton Yogyakarta sendiri menurut babad (misalnya Babad Giyanti) dan leluri (riwayat oral) telah berupa sebuah dalem yang bernama Dalem Gerjiwati; lalu dinamakan ulang oleh Sunan Pakubuwana II sebagai Dalem Ayogya.   Kota Yogyakarta terletak di lembah tiga sungai, yaitu Sungai Winongo, Sungai Code (yang membelah kota dan kebudayaan menjadi dua), dan Sungai Gajahwong. Kota ini terletak pada jarak 600 KM dari Jakarta, 116 KM dari Semarang, dan 65 KM dari Surakarta, pada jalur persimpangan Bandung – Semarang – Surabaya – Pacitan. Kota ini memiliki ketinggian sekitar 112 m dpl.   Meski terletak di lembah, kota ini jarang mengalami banjir karena sistem drainase yang tertata rapi yang dibangun oleh pemerintah kolonial, ditambah dengan giatnya penambahan saluran air yang dikerjakan oleh Pemkot Yogyakarta.   Kota Yogyakarta telah terintegrasi dengan sejumlah kawasan di sekitarnya, sehingga batas-batas administrasi sudah tidak terlalu menonjol. Untuk menjaga keberlangsungan pengembangan kawasan ini, dibentuklah sekretariat bersama Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan kawasan aglomerasi Yogyakarta dan daerah-daerah penyangga (Depok, Mlati, Gamping, Kasihan, Sewon, dan Banguntapan).   Kota Yogyakarta memiliki iklim yang sama dengan wilayah lain di Indonesia yaitu beriklim tropis, dengan tipe iklim muson tropis (Am). Angin muson timur–tenggara yang bersifat kering dan dingin menyebabkan musim kemarau di wilayah kota Yogyakarta dan angin muson ini berlangsung pada periode Mei hingga Oktober. Sementara itu, angin muson barat–barat daya yang bersifat lembab dan membawa banyak uap air menyebabkan musim penghujan di wilayah kota Yogyakarta dan angin muson ini bertiup pada periode November hingga April. Rata-rata curah hujan di wilayah kota Yogyakarta adalah ±2012 milimeter per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 100–150 hari hujan per tahunnya. Tingkat kelembapan rata-rata per tahun di wilayah ini adalah ±77%.    

Review

0.0
Accomodation0%
Destination0%
Meals0%
Overall0%
Transport0%
Value For Money0%

POST A REVIEW

error: Content is protected!!