Wisata Yogjakarta Gembira 2 Hari

Jawa Tengah - DI Yogjakarta

Wisata Yogjakarta Gembira 2 Hari

Rp850000 per person

Berwisata di Yogjakarta meski hanya 2 hari, cukup membuat kamu berkesan dan ingin lagi mengeksplorasi objek-objek wisata lainnya. Kami memberikan pelayanan wisata terbaik selama 2 hari itu.

HARGA PAKET TOUR

Jumlah Orang

2-4 orang

5-9 orang

10-19 orang

20 - 29 orang

30 - 50 orang

Harga

Rp1.250.000

Rp1.150.000

Rp1.000.000

Rp850.000

Rp800.000

  • Departure
    Yogjakarta, stasiun/bandara atau lokasi tertentu
  • Departure Time
    Ditunggu kedatangannya pagi pukul 10.00
  • Return Time
    Sekitar pukul 16.00
  • Dress Code
    pakaian santai berwisata
  • Included
    2/3 Star Accommodation
    Airport Transfers
    Breakfast
    Entry Fees
    Meals
    Mineral water on tour
    Personal Guide
  • Not Included
    3/4 Star Accomodation
    5 Star Accommodation
    Barbeque
    Departure Taxes
    Fee Parking and Highway
    Flight ticket
    Health Protocol
    Homestay
    Jeep Bromo
    Merapi Jeep Package
    Personal meals
    Sepeda Santai
    Snorkeling Package
    Tour Transport
    welcome drink
1
Hari I: Penjemputan – Candi Borobudur - Candi Mendut- Museum Merapi - Merapi Lava Tour (lunch, dinner)
  • Peserta tiba di Yogjakarta pagi hari, kemudian bertemu dengan tim Lidi Biru 67
  • Tour hari pertama ini diawali menuju Candi Borobudur.
  • Dilanjutkan ke lokasi wisata terdekat, yakni Candi Mendut.
  • Makan siang di local resto.
  • Setelah itu, bergerak ke Museum Merapi.
  • Jelang malam, kita ke local resto untuk makan malam.
  • Bisa menjadi opsi terakhir di hari pertama ini, yakni santai di Alun-alun Selatan.
  • Check in hotel. Istirahat.
2
Hari II: Keraton Yogjakarta - Taman Sari - Malioboro (breakfast, lunch)
  • Bangun pagi, check out, peserta dapat sarapan di hotel.
  • Bersiap untuk berangkat menuju Keraton Yogjakarta.
  • Setelah puas langsung dilanjutkan menikmati bangunan tua jaman kerajaan, yakni Taman Sari.
  • Makan siang di lokasi wisata atau local resto
  • Setelah perut berisi, kita akan mengunjungi Malioboro.
  • Tour selesai.

TOUR LOCATION

Yogjakarta

Tentang Objek Wisata

Kota Yogyakarta (bahasa Jawa: ꦏꦸꦛ​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ, translit. Kutha Ngayogyakarta) adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kota Yogyakarta adalah kediaman bagi Sultan Hamengkubuwana dan Adipati Paku Alam. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dan kota terbesar keempat di wilayah Pulau Jawa bagian selatan menurut jumlah penduduk. Kota Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota RI pada tahun 1946.   Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara kurun tahun 1575–1640. Keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Keraton Ngayogyakarta dan Puro Paku Alaman, yang merupakan pecahan dari Kesultanan Mataram. Pada masa revolusi, Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota Indonesia antara tahun 1946 hingga 1950.   Nama Yogyakarta terambil dari dua kata, yaitu Ayogya atau Ayodhya yang berarti "kedamaian" (atau tanpa perang, a "tidak", yogya merujuk pada yodya atau yudha, yang berarti "perang"), dan Karta yang berarti "baik". Ayodhya merupakan kota yang bersejarah di India di mana wiracarita Ramayana terjadi. Tapak keraton Yogyakarta sendiri menurut babad (misalnya Babad Giyanti) dan leluri (riwayat oral) telah berupa sebuah dalem yang bernama Dalem Gerjiwati; lalu dinamakan ulang oleh Sunan Pakubuwana II sebagai Dalem Ayogya.   Kota Yogyakarta terletak di lembah tiga sungai, yaitu Sungai Winongo, Sungai Code (yang membelah kota dan kebudayaan menjadi dua), dan Sungai Gajahwong. Kota ini terletak pada jarak 600 KM dari Jakarta, 116 KM dari Semarang, dan 65 KM dari Surakarta, pada jalur persimpangan Bandung – Semarang – Surabaya – Pacitan. Kota ini memiliki ketinggian sekitar 112 m dpl.   Meski terletak di lembah, kota ini jarang mengalami banjir karena sistem drainase yang tertata rapi yang dibangun oleh pemerintah kolonial, ditambah dengan giatnya penambahan saluran air yang dikerjakan oleh Pemkot Yogyakarta.   Kota Yogyakarta telah terintegrasi dengan sejumlah kawasan di sekitarnya, sehingga batas-batas administrasi sudah tidak terlalu menonjol. Untuk menjaga keberlangsungan pengembangan kawasan ini, dibentuklah sekretariat bersama Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan kawasan aglomerasi Yogyakarta dan daerah-daerah penyangga (Depok, Mlati, Gamping, Kasihan, Sewon, dan Banguntapan).   Kota Yogyakarta memiliki iklim yang sama dengan wilayah lain di Indonesia yaitu beriklim tropis, dengan tipe iklim muson tropis (Am). Angin muson timur–tenggara yang bersifat kering dan dingin menyebabkan musim kemarau di wilayah kota Yogyakarta dan angin muson ini berlangsung pada periode Mei hingga Oktober. Sementara itu, angin muson barat–barat daya yang bersifat lembab dan membawa banyak uap air menyebabkan musim penghujan di wilayah kota Yogyakarta dan angin muson ini bertiup pada periode November hingga April. Rata-rata curah hujan di wilayah kota Yogyakarta adalah ±2012 milimeter per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 100–150 hari hujan per tahunnya. Tingkat kelembapan rata-rata per tahun di wilayah ini adalah ±77%.    

Review

0.0
Accomodation0%
Destination0%
Meals0%
Overall0%
Transport0%
Value For Money0%

POST A REVIEW

error: Content is protected!!