Yogjakarta Hits Instagramable

DI Yogjakarta

Yogjakarta Hits Instagramable

Rp900000 per person

Selain candi, Yogyakarta juga memiliki banyak tempat tujuan wisata lainnya, baik wisata alam budaya, wisata belanja dan wisata kuliner. Anda akan butuh waktu cukup lama untuk explore Jogja, ga bakal cukup hanya dengan satu atau dua hari saja.

Durasi

3 hari 2 malam

Meeting Point

Yogjakarta

Harga sudah termasuk

  • Transportasi pariwisata AC
  • Jeep Merapi
  • Tiket masuk objek wisata
  • Makan sesuai program (breakfast 2x, lunch 2x, dinner 2x)
  • Hotel ** AC 2 malam, sharing room
  • Guide + tipping
  • Semua tiket wisata
  • Air mineral selama tour
  • P3K standar
  • Dokumentasi foto

Harga belum termasuk:

  • Flight ticket return + airport tax
  • Wahana tambahan atau tiket terusan, dan armada tambahan, dll
  • Rute atau pilihan lokasi tour di luar kesepakatan
  • Kebutuhan pribadi lainnya

 

Catatan:

Harga di atas minimal 20 orang, start Yogjakarta.

  • Departure
    Yogjakarta
  • Departure Time
    10.00
  • Return Time
    11.00
  • Dress Code
    pakaian santai berwisata
1
Hari I: Keberangkatan – Candi Prambanan - Merapi (lunch, dinner)
  • Penjemputan dari meeting point di Yogjakarta
  • Tour dimulai pagi hari
  • Lunch at local resto
  • Candi Prambanan
  • Wisata Lava Merapi (Jeep)
  • Dinner at local resto
  • Check in hotel, istirahat
2
Hari II: Hits Instagramable Spots (breakfast, lunch, dinner)
  • Breakfast at hotel + free program
  • Bukit Mojo Gumelem
  • Lunch at local resto
  • Seribu Batu Songgo Langit
  • Hutan Pinus Pengger
  • Dinner at local resto
  • Malioboro tour
  • Back to the hotel, free program
3
Hari III: Wisata Belanja - Tour end (breakfast)
  • Breakfast at hotel + free program
  • Check out hotel
  • Wisata belanja/oleh-oleh
  • Transfer airport or station
  • Tour end

TOUR LOCATION

Yogjakarta

Tentang Objek Wisata

Kota Yogyakarta (bahasa Jawa: ꦏꦸꦛ​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ, translit. Kutha Ngayogyakarta) adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kota Yogyakarta adalah kediaman bagi Sultan Hamengkubuwana dan Adipati Paku Alam. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dan kota terbesar keempat di wilayah Pulau Jawa bagian selatan menurut jumlah penduduk. Kota Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota RI pada tahun 1946.   Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara kurun tahun 1575–1640. Keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Keraton Ngayogyakarta dan Puro Paku Alaman, yang merupakan pecahan dari Kesultanan Mataram. Pada masa revolusi, Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota Indonesia antara tahun 1946 hingga 1950.   Nama Yogyakarta terambil dari dua kata, yaitu Ayogya atau Ayodhya yang berarti "kedamaian" (atau tanpa perang, a "tidak", yogya merujuk pada yodya atau yudha, yang berarti "perang"), dan Karta yang berarti "baik". Ayodhya merupakan kota yang bersejarah di India di mana wiracarita Ramayana terjadi. Tapak keraton Yogyakarta sendiri menurut babad (misalnya Babad Giyanti) dan leluri (riwayat oral) telah berupa sebuah dalem yang bernama Dalem Gerjiwati; lalu dinamakan ulang oleh Sunan Pakubuwana II sebagai Dalem Ayogya.   Kota Yogyakarta terletak di lembah tiga sungai, yaitu Sungai Winongo, Sungai Code (yang membelah kota dan kebudayaan menjadi dua), dan Sungai Gajahwong. Kota ini terletak pada jarak 600 KM dari Jakarta, 116 KM dari Semarang, dan 65 KM dari Surakarta, pada jalur persimpangan Bandung – Semarang – Surabaya – Pacitan. Kota ini memiliki ketinggian sekitar 112 m dpl.   Meski terletak di lembah, kota ini jarang mengalami banjir karena sistem drainase yang tertata rapi yang dibangun oleh pemerintah kolonial, ditambah dengan giatnya penambahan saluran air yang dikerjakan oleh Pemkot Yogyakarta.   Kota Yogyakarta telah terintegrasi dengan sejumlah kawasan di sekitarnya, sehingga batas-batas administrasi sudah tidak terlalu menonjol. Untuk menjaga keberlangsungan pengembangan kawasan ini, dibentuklah sekretariat bersama Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan kawasan aglomerasi Yogyakarta dan daerah-daerah penyangga (Depok, Mlati, Gamping, Kasihan, Sewon, dan Banguntapan).   Kota Yogyakarta memiliki iklim yang sama dengan wilayah lain di Indonesia yaitu beriklim tropis, dengan tipe iklim muson tropis (Am). Angin muson timur–tenggara yang bersifat kering dan dingin menyebabkan musim kemarau di wilayah kota Yogyakarta dan angin muson ini berlangsung pada periode Mei hingga Oktober. Sementara itu, angin muson barat–barat daya yang bersifat lembab dan membawa banyak uap air menyebabkan musim penghujan di wilayah kota Yogyakarta dan angin muson ini bertiup pada periode November hingga April. Rata-rata curah hujan di wilayah kota Yogyakarta adalah ±2012 milimeter per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 100–150 hari hujan per tahunnya. Tingkat kelembapan rata-rata per tahun di wilayah ini adalah ±77%.  

Review

0.0
Accomodation0%
Destination0%
Meals0%
Overall0%
Transport0%
Value For Money0%

POST A REVIEW