Gunung Bromo

Indonesia

Gunung Bromo

Tempat wisata Gunung Bromo adalah salah satu obyek wisata terbaik di Indonesia, khususnya untuk kawasan wisata propinsi di Jawa Timur. Hal ini dikarenakan gunung yang bersifat berapi ini tiap harinya tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan baik dari wisatawan lokal atau wisawatan dari manca negara.

Siapa yang tak mengenal Gunung Bromo? Salah satu pesona wisata Indonesia ini menjadi destinasi pilihan untuk mereka yang ingin melihat kecantikan gunung dengan sejuta keindahaannya. Gunung yang terletak di 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Probolinggo ini memang menyimpan pesona keindahan yang tidak perlu diragukan lagi.

 

Bahkan karena kecantikan yang dimiliki, lokasi gunung ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Mulai dari warga lokal, wisatawan luar kota, bahkan wisatawan mancanegara berbondong-bondong ingin melihat langsung kecantikan yang dimiliki oleh gunung berapi ini. Gunung yang memiliki tinggi 2.392 Mdpl ini selain terkenal dengan pesona gunungnya, ternyata ada beberapa obyek wisata Andalan yang menjadi favorit di kalangan wisatawan. Apa saja itu?

 

Obyek Wisata Gunung Bromo

Gunung yang terletak di wilayah Jawa Timur ini memang begitu terkenal di hati para wisatawan. Selain dapat menyaksikan keindahan sunrise atau matahari terbit dari puncak Bromo, ternyata ada beberapa obyek wisata lain yang tak kalah menariknya dari keindahan matahari terbit yang bisa disaksikan dari puncak gunung ini. Berikut beberapa obyek wisata di Gunung Bromo yang populer dan menjadi pilihan bagi para wisatawan:

 

1. Penanjakan 1

Penanjakan 1 merupakan lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbit. Lokasi ini merupakan yang paling tinggi di antara bukit lainnya. Di sini Anda bisa langsung menyaksikan kecantikan sunrise di pagi buta dengan keindahan lembah yang masih tertutup kabut. Untuk bisa mencapai bukit penanjakan 1, pengunjung bisa menggunakan kendaraan seperti jeep dan sepeda motor. Namun untuk keamanan yang lebih tinggi, sebaiknya hindari menggunakan sepeda motor jenis matic karena medannya cukup berat.

 

2. Penanjakan 2

Selain penanjakan 1, ada tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbit, yaitu penanjakan 2. Meskipun lokasinya masih kalah tinggi dengan penanjakan 1, namun akses menuju ke tempat ini jauh lebih mudah dengan tantangan yang lebih ringan. Untuk bisa sampai ke penanjakan 2, Anda bisa mengaksesnya dari Kabupaten Probolinggo. Dijamin meskipun menjadi alternatif kedua, namun tempat ini menawarkan keindahan yang tak kalah dari lokasi penanjakan 1 Bromo.

 

3. Kawah Bromo

Selain menyaksikan keindahan matahari terbit, ada satu lagi keindahan yang begitu dinantikan para wisatawan, yaitu keindahan kawah Gunung Bromo. Di sini Anda akan dimanjakan dengan kecantikan kawah Bromo yang begitu memesona. Namun untuk bisa melihatnya dengan jarak yang lebih dekat, pengunjung harus rela berjalan kaki sekitar 2 km dari area parkir. Belum lagi, masih ada ratusan anak tangga yang harus Anda takhlukan. Namun jika merasa malas untuk menapaki anak tangga di sini ataupun merasa tidak kuat, Anda bisa memilih dengan menunggangi kuda sambil menikmati keindahan yang ada di sekelilingnya.

 

4. Pasir Berbisik

Sebelum sampai ke kawah Gunung Bromo, Anda akan disambut dengan hamparan pasir yang cukup luas. Hamparan pasir ini diberi nama dengan sebutan pasir berbisik. Areanya cukup luas, pengunjung bisa dengan mudah mengambil spot terbaik untuk berfoto. Selain itu, di pasir ini Anda juga dapat menikmati kegiatan lain, seperti mengendarai motor tril, menunggangi kuda, dan masih banyak lagi. Lokasinya berada di sebelah timur puncak Bromo.

 

5. Pura Luhur Poten

Masih berada di kawasan pasir Bromo, ada salah satu tempat terbaik yang bisa Anda datangi, yaitu Pura Luhur Poten. Pura di sini merupakan tempat ibadah warga sekitar yang memeluk agama Hindu. Tidak heran saat perayaan Nyepi tiba, kawasan ini selalu diramaikan dengan kunjungan warga lokal yang ingin melakukan ibadah di sana. Biasanya kawasan Taman Nasional Bromo Tengger pun juga ikut ditutup demi kenyamanan warga yang ingin melaksanakan ibadahnya di Pura ini.

 

6. Bukit Kingkong

Bukit Kingkong menjadi salah satu tempat yang sering digunakan untuk melihat kecantikan sunrise di Bromo. Tempatnya tidak jauh dari penanjakan 1, jaraknya sekitar 2,5 km saja. Meskipun menjadi alternatif untuk melihat sunrise, namun tempat ini begitu populer di kalangan wisatawan. Sehingga untuk bisa menyaksikan keindahan sunrise pun Anda harus rela berdesakan dengan wisatawan lain yang sama-sama ingin menyaksikan keindahan sunrise dari bukit ini.

 

7. Bukit Cinta

Bukit cinta atau love hills merupakan tempat yang sangat populer untuk dikunjungi. Di sini selain bisa menyaksikan keindahan sunrise di pagi buta, Anda juga dapat memanjakan mata dengan deretan bukit yang mengelilinginya. Di pagi hari Anda bisa menyaksikan keindahan lembah dan bukit yang masih tertutup awan kabut. Namun di siang hari meskipun sedikit panas, namun Anda bisa menyaksikan hijaunya pegunungan dengan deretan bukit-bukit yang nampak cantik dan mempesona. Lokasi bukit cinta ini masih bersebelahan dengan bukit kingkong.

 

8. Bukit Teletabis Bromo

Nama bukit teletabis Bromo mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda. Bahkan obyek wisata Bromo ini menjadi tempat favorit untuk kalangan wisatawan. Selain bisa menikmati kecantikan gunung Bromo dengan deretan bukit hijau. area ini juga menjadi spot foto terbaik. Bukitnya dipenuhi dengan rerumputan hijau yang sangat cantik. Bahkan rumput di sini sangat terjaga sehingga nampak begitu rapi. Jadi, saat berkunjung ke kawasan Bromo Tengger, maka jangan lewatkan untuk berkunjung ke sini.

 

9. Desa Ngedas

Setelah melihat kecantikan Gunung Bromo yang khas dengan matahari terbitnya, tak ada salahnya untuk mempir ke Desa Ngedas. Desa ini merupakan area pemukiman warga asli suku Tengger. Lokasinya masuk ke wilayah Kecamatan Puncokusumo. Meskipun nampak seperti desa pada umumnya, namun saat datang dan berbaur dengan masyarakat sekitar, Anda akan merasakan tradisi dari suku Tengger yang hingga kini masih dipertahankan.

 

Bukan hanya wisatawan lokal, namun wisatawan dari luar negeri pun banyak yang menyempatkan diri untuk mampir ke desa ini. Kebanyakan mereka ingin mengenal lebih dekat kebiasaan-kebiasaan warga asli suku Tengger yang masih lekat dengan tradisinya. Selain itu, desa ini juga sering mengadakan acara tradisi yang bisa Anda saksikan secara langsung, seperti kuda kencak, atraksi kuda lumping, bentengan, dan masih banyak lagi.

 

10. Desa Ngadisari

Selain Desa Ngedas, ada satu desa lagi yang tak kalah menariknya. Desa bernama Ngadisari ini hampir sama dengan Desa Ngedas, yaitu warganya merupakan keturunan asli suku Tengger. Di desa ini selain bisa menikmati tradisi warga sekitar, Anda pun juga bisa berbaur langsung dengan mereka. Jangan takut, warga di Desa Ngadas dan Ngadisari ini umumnya sangat ramah dengan penduduk asing atau para wisatawan yang memang sengaja datang ke sini.

 

Selain bisa mengenal dan berbaur dengan mereka, Anda pun juga bisa menikmati keindahan alam yang ada di desa ini. Desa ini juga menyediakan beberapa fasilitas seperti penginapan, rumah makan, toilet umum, dan masih banyak lagi.

 

Kini pesona Bromo bukan hanya terkenal dengan keindahan sunrisenya saja. Melainkan terdapat beberapa obyek lain yang sayang untuk dilewatkan. Jadi kapan Anda mau ke Bromo?

 

(nwy/fay/travel.detik.com)

Good To Know

Country

Indonesia

Visa Requirements

Visa in not needed for Southeast Asia citizens. Everyone else need a visa.

Languages spoken

Bahasa

Currency used

Rupiah

Area (km2)

50,276 km2

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional di Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman yang bentangan barat-timurnya sekitar 20-30 kilometer dan utara-selatannya sekitar 40 km ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha. Di kawasan ini terdapat kaldera lautan pasir yang luasnya ±6290 ha. Batas kaldera lautan pasir itu berupa dinding terjal, yang ketinggiannya antara 200-700 meter.

 

Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, daerah Tengger merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai cagar alam dan hutan wisata. Kawasan hutan ini berfungsi sebagai hutan lindung dan hutan produksi. Melihat berbagai fungsi tersebut, Kongres Taman Nasional Sedunia mengukuhkan kawasan Bromo Tengger Semeru sebagai taman nasional dalam pertemuan yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada tanggal 14 Oktober 1982 atas pertimbangan alam dan lingkungannya yang perlu dilindungi serta bermacam-macam potensi tradisional kuno yang perlu terus dikembangkan. Pada tanggal 12 November 1992, pemerintah Indonesia meresmikan kawasan Bromo Tengger Semeru menjadi taman nasional.

 

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun antara lain cemara gunung, jamuju, edelweis, berbagai jenis anggrek dan rumput langka. Pada dinding yang mengelilingi TN Bromo Tengger Semeru terdapat banyak rerumputan, centigi, akasia, cemara, dll.

Satwa yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Paradoxurus hermaphroditus), rusa (Rusa timorensis), monyet kra (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang-ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

 

Daftar Gunung

Gunung-gunung yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah sebagai berikut:

  • Gunung Semeru (3.676 m)
  • Gunung Bromo (2.329 m)
  • Gunung Batok (2.470 m)
  • Gunung Kursi (2.581 m)
  • Gunung Watangan (2.601 m)
  • Gunung Widodaren (2.650 m)
  • Gunung B-29 (2.900 m)
  • Gunung Linggo
  • Gunung Penanjakan
  • Gunung Pundak Lembu
  • Gunung Gandera
  • Gunung Ringgit
  • Gunung Widangan
  • Gunung Sumbersenami
  • Gunung Pranten
  • Gunung Bajangan

 

Taman nasional ini adalah salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Dengan adanya penerbangan langsung Malang-Jakarta dan Malang-Denpasar diharapkan jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik akan semakin meningkat. Selain Gunung Bromo yang merupakan daya tarik utama, Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Meski demikian untuk sampai ke puncak Semeru tidaklah semudah mendaki Gunung Bromo dan para pendaki diharuskan mendapat izin dari kantor pengelola taman nasional yang berada di Malang.

 

Penggemar hiking disarankan untuk mengambil rute dari Malang karena bisa menikmati keindahan lautan pasir lebih panjang. Start point dapat dimulai dari Ngadas yang merupakan desa terakhir yang berada di dalam kawasan taman nasional serta tempat untuk melengkapi perbekalan terutama persediaan air karena setelah ini tidak akan dijumpai sumber air.

Hubungi Kami whatsapp